Menjelajah Malang, menelusuri lokasi menarik, menghilangkan penat sembari menghirup segarnya udara malang, sungguh nikmat.

Intan Kirana, Travel Blogger

 

Malang, kota yang terletak di selatan Surabaya. Berbeda dengan Surabaya yang terkenal panas, Malang memiliki suhu yang cukup sejuk. Maka tak mengherankan apabila destinasi ini sangat cocok dikunjungi untuk menyejukkan hati dan badan, mengistirahatkan diri dari rutinitas keseharian yang melelahkan.

Kota ini memang tidak terlalu besar. Tetapi, tak berarti kota Malang menjadi menjenuhkan. Setiap sudutnya seolah dimanfaatkan sebagai ruang yang tak hanya untuk menyenangkan para penduduk, tetapi juga wisatawan. Nah, sudut manakah yang harus Anda kunjungi saat jalan-jalan ke kota yang terkenal dengan sebutan kota apel ini?

1. Menikmati pagi (dan wi-fi) di Taman Trunojoyo

Taman Trunojoyo

Taman Trunojoyo

Anda baru bangun pagi, tetapi ingin segera berjalan-jalan menghirup udara segar sekaligus menghibur diri. Taman Bentoel Trunojoyo adalah sebuah pemanasan wisata yang cocok untuk memulai petualangan Anda di Malang.

Terletak tepat di depan Stasiun Kota Baru, di sebelah Alun-Alun Malang dan juga Balaikota, sangat mudah untuk mengakses taman yang ramah ini. Bila Anda menggunakan kendaraan pribadi, Anda juga bisa parkir di sana, tentunya dengan tarif parkir yang murah.

Tidak hanya hijau dan asri, taman ini juga dilengkapi dengan berbagai fasilitas. Anda bisa memulai dengan duduk-duduk pada kursi-kursi putih yang disediakan di taman. Kemudian, bila Anda mulai jenuh, Anda juga bisa pergi ke perpustakaan yang telah disediakan. Membaca buku di perpustakaan tersebut gratis, Anda hanya perlu menyerahkan KTP pada petugas di sana. Tak hanya membaca, Anda pun dapat mengakses internet dengan wi-fi gratis yang telah disediakan.

Bila perut mulai keroncongan, pergilah ke sisi bagian selatan. Di sana, terdapat area pujasera yang menjajakan berbagai panganan dengan harga terjangkau, mulai dari cemilan hingga makanan besar. Oh ya, tak hanya ramah lingkungan dan ramah perut, taman ini pun juga ramah anak. Terdapat area bermain anak-anak yang dilengkapi dengan permainan sederhana seperti ayunan dan perosotan, juga taman yang senantiasa mengeluarkan air dari tanah, menyenangkan hati anak-anak yang ingin bersenang-senang sambil menyegarkan tubuh dengan air. Jangan khawatir, ada ruang bilas yang disediakan bila anak-anak ingin berganti baju. Dan bagi Anda yang membawa bayi, ada ruang menyusui yang berada tak jauh dari perpustakaan.

Sulit memang menjabarkan taman ini dengan penjelasan singkat. Pasalnya, semua fasilitas untuk menyegarkan pikiran ada di sana. Bahkan, bagi Anda para penyuka seni, ada instalasi seni kecil yang dipasang di Arena Teater Terbuka. Beberapa karya seni dipajang di sana, menambah keindahan yang dapat direkam oleh mata, dan juga oleh kamera.

Kendati suasana terbaik taman ini adalah pada pagi hari yang segar, tetapi, Anda dapat berkunjung kapan saja ke taman ini, karena Taman Bentoel Trunojoyo dibuka selama 24 jam. Kabar baiknya adalah, taman ini betul-betul mendukung gaya hidup sehat, karena pengunjung tak diperbolehkan untuk merokok di sana.

2. Menjelajah miniatur hutan di tengah kota, Hutan Kota Malabar

Hutan Kota Malabar

Hutan Kota Malabar

Siapa bilang hutan dan kota adalah dua hal yang senantiasa berlawanan? Di Malang, bahkan ada “hutan” yang terletak di tengah kota. Namanya adalah Hutan Kota Malabar. Kedatangan Anda ke Hutan Kota Malabar disambut dengan gerbang kayu yang serupa gerbang-gerbang kerajaan Jepang di masa lalu. Gerbang ini juga sangat cocok disandingkan dengan negeri dongeng Narnia yang indah dan asri. Dan memang, Hutan Kota Malabar punya nuansa yang menenangkan, bak negeri dongeng yang indah.

Bila taman terlalu ramai dan Anda ingin menikmati suasana yang sunyi, sejuk, bak jauh dari kota, maka Hutan Kota Malabar adalah pilihan yang tepat bagi Anda. Saat masuk dan berjalan pada setapak yang telah dilapisi oleh paving, Anda seolah disambut oleh pepohonan yang merunduk di bagian kiri dan kanan. Meskipun hutan kota ini cukup rimbun, tetapi jauh dari kesan mengerikan. Bahkan, suasananya teduh sekali.

Hanya saja, mungkin hutan ini lebih baik untuk dikunjungi pada pagi, siang, atau sore hari. Saat malam hari, kendati ada banyak lelampuan, tetapi tetap saja kesannya cukup mencekam. Kecuali kalau Anda memang menyukai nuansa hutan rimbun di malam hari. Asal, datanglah bersama teman untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, seperti misalnya tersesat di tengah Hutan Kota.

3. Meneguk kesegaran di Toko Oen

Toko Oen

Toko Oen

Siapa yang tidak suka dengan es krim? Tak hanya anak-anak, orang dewasa pun tak mampu menolak olahan susu yang segar ini. Es krim tak hanya dapat menawar dahaga, tetapi juga menciptakan nuansa dan rasa yang menyenangkan di lidah. Serta tentu, dapat mengganjal perut.

Es krim telah menjadi sebuah panganan menarik sejak jaman dulu. Tak mengherankan banyak kedai-kedai lawas di kota-kota besar yang menjadikan es krim sebagai sajian primadona. Termasuk Malang, dengan Toko Oen-nya. Konsep Toko Oen ini kurang lebih sama seperti Zangradi di Surabaya, TipTop di Yogyakarta, Ragusta di Jakarta, dan Toko OEN di Semarang.

Masih dengan nuansa bangunan lawas, restoran yang telah berdiri sejak 1930 ini memang cocok bagi Anda yang ingin sekadar bersantai dan menikmati nuansa tempo dulu yang meneduhkan hati. Mulai dari arsitektur khas Hindia Belanda, foto-foto jadul yang menampilkan beberapa lokasi unik, seperti Stasiun Kota Malang di masa lalu, serta ornamen-ornamen yang bisa Anda temukan di rumah kakek-nenek buyut, semacam meja-meja rotan rendah. Sungguh, restoran ini sepertinya tak hanya cocok untuk bersantai, tetapi, bagi mereka yang sudah renta, bisa juga menjadi tempat untuk bernostalgia, mengenang masa muda.

Restoran ini tidak hanya menjual es krim saja. Ada hidangan-hidangan seperti nasi goreng dan gado-gado yang dapat mengenyangkan perut. Tetapi, bila Anda hanya ingin beristirahat sejenak seraya mencicipi kesegaran, cobalah es krim di Toko OEN ini. Salah satu es krim favorit di Toko OEN adalah Tutti Frutti, dengan rasa manis yang bercampur perisa buah segar. Sangat cocok untuk memulihkan diri sehabis lelah berjalan-jalan menikmati pagi di Malang. Usai meneguk kelezatan Tutti Frutti ini, pastilah Anda siap untuk kembali menjelajah keindahan sudut-sudut kota Malang.

4. Menyesatkan diri di Taman Labirin Coban Rondo, Pujon

Pujon

Pujon

Manusia sejatinya tidak menyukai kesulitan. Tetapi, ada kalanya kesulitan menjadi sebuah tantangan yang membuat hidup jadi lebih menyenangkan. Itulah sebabnya labirin hadir. Labirin, terlihat seperti sesuatu yang menyebalkan dan memusingkan. Tetapi toh, manusia suka bermain di labirin. Termasuk di Taman Labirin Coban Rondo, Pujon yang menjadi magnet bagi para wisatawan.

Terletak tak jauh dari Wisata Air Terjun Coban Rondo, seolah memang tak habis pengunjung mendatangi tempat ini karena konsepnya yang seru dan menyenangkan. Dan banyak pula bahkan pengunjung yang kebingungan untuk menemukan pusat labirin, sebuah air mancur yang dilengkapi dengan bangku-bangku. Tak sekadar memutar otak atau mencari pusat labirin bersama-sama, bahkan banyak pula pengunjung yang meminta bantuan kawan yang ada di menara pengamat, tak jauh dari labirin tersebut, untuk ditunjukkan jalan menuju pusat labirin.

Tentu, cara ini jelas lebih mudah ketimbang berjalan-jalan tanpa arah di labirin yang terbuat dari tanaman hijau yang cukup tinggi itu. Tetapi, cara ini biasa dilakukan apabila pengunjung sudah menyerah untuk menemukan sendiri jalan menuju pusat labirin. Kalau Anda sendiri, mana cara yang akan Anda tempuh?

Tidak hanya labirin, di kawasan ini pun disediakan beberapa ruang untuk outbond. Sungguh cocok tak hanya untuk wisata individu atau keluarga, tetapi juga wisata bersama rekan kerja atau wisata reuni bersama kawan-kawan lawas. Dan kalau Anda lapar, tak perlu khawatir karena di kawasan ini, disediakan pula beberapa panganan yang dapat melegakan perut, usai energi terkuras habis di dalam labirin.

5. Menyegarkan diri di Wisata Air Terjun Coban Rondo

Coban Rondo

Coban Rondo

Berjalan-jalan di labirin memang membuat kita lelah dan berkeringat. Bila ingin menyegarkan diri, maka mampirlah ke “rumah tetangga”, alias Wisata Air Terjun Coban Rondo yang terletak di satu kawasan dengan Taman Labirin tersebut. Keindahan air terjun ini tak hanya menyegarkan badan, tetapi juga mata. Bagaimana tidak? Air terjun yang deras turun menghantam bebatuan dari ketinggian 84 meter, sementara itu tebing-tebing tinggi nan hijau merangkul derasnya air tersebut di sekeliling. Belum lagi lambaian daun-daun pinus dan cemara yang bergumul di tempat tersebut. Suasana hati Anda pastilah akan sangat membaik melihat keindahan alam yang masih murni ini.

Sebetulnya, Coban Rondo bukanlah satu-satunya air terjun di lokasi tersebut. Sebelumnya, ada pula air terjun Coban Manten, yakni dua air terjun berjajar yang mirip seperti manten, atau pasangan penganten. Ada pula Coban Tengah, yang berada di tengah-tengah Coban Manten dan Coban Rondo. Namun dari Coban Rondo, Anda harus menempuh perjalanan melalui jalur setapak yang cukup menanjak, serta menyusuri sungai. Kalau Anda suka berolahraga, pastilah hal ini cukup menyenangkan. Namun bagi Anda yang kurang terbiasa bergerak, mungkin perjalanan menuju Coban lain akan sedikit melelahkan. Dan tentu saja, berjalan kaki ke Coban lain sangat tidak disarankan bagi ibu hamil, karena dapat menimbulkan kelelahan yang amat sangat dan berbahaya bagi kandungan.

Ada sebuah legenda urban unik di balik nama Coban Rondo. Alkisah di masa lalu, ada sepasang suami istri bernama Dewi Anjarwati dan Raden Baron Kusumo yang belum lama mengikat janji pernikahan. Suatu hari, Dewi Anjarwati mengajak suaminya ke rumah orangtua Raden Baron di Gunung Anjasmoro. Niat tersebut ditentang oleh orangtua dari Dewi Anjarwati. Berdasarkan tradisi Jawa Kuno, mereka mempercayai bahwa sebelum mencapai selapan, pengantin baru dilarang bepergian, supaya tidak mendapatkan kesialan. Sayangnya, keduanya bersikeras pergi dan tidak menuruti perkataan orangtua Dewi Anjarwati.

Di tengah jalan, mereka bertemu dengan Joko Lelono yang terpikat dengan kecantikan Dewi Anjarwati. Joko Lelono pun menantang Raden Baron untuk berduel. Siapa yang menang, akan mendapatkan Dewi Anjarwati. Oleh Raden Baron, Dewi Anjarwati diminta bersembunyi di balik air terjun, dan menunggunya menjemput kembali. Namun malangnya, baik Raden Baron maupun Joko Lelono sama-sama tewas dalam duel tersebut. Dewi Anjarwati pun meratapi nasibnya di balik air terjun, yang dinamai air terjun Coban Rondo.

Percaya ataupun tidak, begitulah legenda yang beredar di tengah masyarakat. Karena legenda itu, banyak yang mempercayai bahwa bila sepasang kekasih berwisata ke Coban Rondo, maka hubungan mereka tidak akan berujung baik. Entahlah betul atau tidak, yang jelas, kalau pergi ke Coban Rondo, Anda memang harus waspada karena di air terjun ini, masih banyak monyet-monyet kecil berkeliaran. Memang tidak berbahaya, tetapi mereka suka usil dan mengambil panganan para wisatawan.

6. Tertawa bersama keluarga di Jatim Park

Jatim Park

Jatim Park

Tidak ada yang lebih menyenangkan ketimbang berwisata bersama keluarga, terlebih bersama anak, keponakan, ataupun adik-adik yang masih kecil dan lugu. Mereka akan sangat menikmati proses wisata dan perjalanan, terlebih di tempat-tempat yang menyenangkan dan bak negeri dongeng.

Untuk itu, bila Anda berwisata bersama anak-anak, maka Jatim Park I dan II adalah destinasi yang tepat. Terletak di Batu, Malang, taman luas yang sejuk ini bukanlah sekadar taman. Di dalam Jatim Park I, terdapat berbagai wahana yang menyenangkan bagi anak-anak, mulai dari kolam renang raksasa berlatar belakang patung Ken Arok, Ken Dedes, dan Mpu Gandring, spinning coaster, hingga wahana pendidikan seperti Galeri Nusantara dan bioskop empat dimensi.

Sementara itu, suasana Jatim Park II cenderung lebih edukatif dan mendekatkan pengunjung pada alam. Di dalam Jatim Park II, terdapat Museum Satwa, Kebun Binatang Batu (Batu Secret Zoo), dan wahana-wahana lain yang mengijinkan anak untuk belajar dengan cara yang menyenangkan.

Tak perlu khawatir dengan harga. Pasalnya, Jatim Park I dan II menawarkan tiket dengan harga yang sangat terjangkau. Cukup membayar Rp 65.000,00 Anda bisa menikmati keseruan Jatim Park I, dan dengan menambah Rp 75.000,00, Anda bisa belajar banyak dari Jatim Park II. Tenang saja, tak hanya menyenangkan untuk anak-anak kok!

7. Menginap di “alam” Hotel Pohon Inn Malang

Pohon Inn Malang

Pohon Inn Malang

Masih satu kawasan dengan Jatim Park II, Hotel Pohon Inn Malang menawarkan sebuah pengalaman menginap yang tak hanya nyaman dan menenangkan, tetapi juga unik. Bagaimana tidak? Bangunan Hotel Pohon Inn Batu, Malang ini mirip dengan gua-gua pada masa purba. Dan saat masuk ke dalam, kita akan dihadapkan pada lobby dan ruangan lain yang dipenuhi dengan ornamen bak akar pohon menjulur di bagian atas. Menyeramkan? Tidak sama sekali. Justru hal ini membangkitkan imajinasi kita tentang “menginap di alam bebas”.

Bila malam tiba, lampu-lampu kuning temaram akan menyala di bagian luar hotel, membuat nuansa alam tersebut semakin lekat dengan kita. Sebuah sudut yang sangat cocok untuk berfoto dan mengabadikan kenangan. Tak mengherankan, hotel yang unik ini senantiasa dipenuhi oleh pengunjung yang ingin beristirahat usai menikmati keseruan Kota Batu, Malang.

Namun untuk interior kamar, Anda tidak perlu khawatir. Interiornya bak hotel-hotel pada umumnya yang minimalis dan nyaman, sehingga Anda bisa tidur dengan tenang usai wisata yang cukup menguras tenaga seharian.

 8. Masih bermain, di Batu Night Spectacular

Batu Night Spectacular

Batu Night Spectacular

Siapa yang tidak suka dengan taman bermain? Semua orang suka bermain, termasuk orang dewasa. Tak mengherankan apabila Dunia Fantasi, Jakarta, tak pernah sepi pengunjung. Namun sayangnya, dunia fantasi hanya buka pada siang hingga senja hari.

Untuk Anda yang ingin merasakan sensasi bermain di Dunia Fantasi pada malam hari, Batu Night Spectacular adalah tempat yang tepat. Berbagai wahana hadir di sini, mulai dari perahu-perahuan yang penuh dengan hias gemerlap lampu, untang-anting, komedi putar, hingga rumah kaca. Lelampuan cantik yang tersebar di berbagai sudut menambah kemeriahan suasana permainan. Rasanya, malas sekali untuk pulang dari sana.

Ada pula Night Market yang menyediakan berbagai panganan jika Anda lapar, serta barang-barang lain mulai dari sepatu hingga mainan. Mengajak anak-anak ke Batu Night Spectacular, jelas bukan hal yang salah.

9. Makan malam ala penjelajah di The Lost Temple: Royal Angkor

Royal Angkor

Royal Angkor

Sering melihat film Indiana Jones, The Mummy, atau film lain tentang petualangan menyusuri situs-situs lawas? Senangkah Anda dengan suasana yang disajikan film-film tersebut? Bila Anda senang, maka restoran The Lost Temple: Royal Angkor, adalah restoran yang tepat bagi Anda untuk menghabiskan waktu makan malam. Selain sajian yang mewah dan lezat, restoran ini dihias mirip bak Angkor Wat yang ada di Kamboja: lampu-lampu temaram, dan dinding batu hitam kecoklatan, arca Jayawarman dan arca-arca lain, bak candi peninggalan masa lalu. Ada campuran nuansa yang menarik di sini: romantis, tenang, sekaligus mencekam.

Tak hanya menawarkan menu lezat dan suasana bak candi, ada pula “sajian” sendra tari yang diberikan pada para pengunjung. Sendratari ini dilakukan di depan meja-meja, menampilkan tentang sejarah Raja Jayawarman II dan Raja Suryawarman II. Sungguh sebuah pengalaman makan malam yang sangat berkesan dan menambah kekayaan pengetahuan.

Karena banyaknya peminat, untuk dapat menikmati makan malam yang unik ini, Anda harus melakukan reservasi dua hari sebelumnya. Belum lagi, harga yang cukup mahal, yakni Rp 5.500.000,00 untuk dua orang. Tetapi tak masalah bukan, mengingat pengalaman yang diberikan cukup sepadan dan tak terlupakan?

10. Makan dengan nuansa rumah di Taman Rahasia Madam Wang

Taman Rahasia Madam Wang

Taman Rahasia Madam Wang

Kalau Anda ingin sajian yang murah, mengenyangkan, dengan suasana yang teduh, cantik, serta cocok untuk diabadikan dengan kamera, maka Madam Wang Secret Garden adalah pilihan yang tepat bagi Anda. Pasalnya, nuansa kafe restoran ini betul-betul seperti rumah sederhana dengan taman yang amat cantik. Saat duduk di bagian outdoor, kita akan dikelilingi oleh taman dan tanaman jalar hijau yang meneduhkan. Di bagian indoor pun, kita merasa seperti makan di rumah sendiri.

Bak suasananya, sajiannya pun juga teduh. Ada es aromanis, roti bakar es, apple strudle, hingga gudeg ayam khas Jogja. Makanan-makanan lezat ini memiliki rentang harga antara lima belas hingga tiga puluh ribu, sehingga Anda tak perlu merogoh kocek dalam-dalam untuk merasa kenyang dan puas.

Tak hanya restoran, di dalamnya juga terdapat butik kecil yang menjual koleksi kain dan alat menyulam. Anda suka menyulam? Tempat ini adalah tempat yang sangat sempurna bagi Anda. Mungkin, Anda akan sangat betah berlama-lama di sini, tak hanya menikmati sajian yang sederhana, tetapi juga suasana cantik yang sangat homey.

11. Terbalut kesegaran di Sumber Sirah

Sumber Sirah

Sumber Sirah

Penat dengan suasana kota? Merasa gerah dan ingin menyegarkan diri serta pikiran? Melipirlah ke Desa Sumberjaya, Malang Selatan, untuk berendam di dalam kesegaran air Sumber Sirah yang birunya amat jernih.

Pada dasarnya, Sumber Sirah adalah sebuah wisata pemandian air tawar. Di sana, kita bisa berenang sepuas hati, tentunya dikelilingi suasana yang masih alami, berpijak pada dasar pemandian yang masih berupa bebatuan. Anda bebas berenang dengan gaya apapun, mengingat pemandian yang cukup dangkal (sekitar 1,5 m), dan juga cukup aman. Hanya saja, jangan mengotori pemandian, karena tentunya Anda tak ingin bukan, air pemandian nan jernih ini menjadi keruh karena ulah kita sendiri? Selain itu, karena dasarnya masih beruba batu-batu, ganggang, serta terumbu, maka lebih baik Anda tak perlu melakukan atraksi melompat, seperti layaknya yang Anda lakukan di kolam renang biasa, agar tidak membahayakan Anda sendiri dan merusak biota yang ada.

Supaya lebih menyenangkan, atau agar Anda bisa mengajak anak-anak, adik, dan keponakan Anda yang masih kecil, Anda juga bisa menyewa ban seharga Rp 5.000,00. Dan ada satu hal yang harus Anda perhatikan: masih ada ikan-ikan kecil yang turut hidup dan berenang di pemandian ini. Kalau Anda fobia pada ikan, mungkin memang sebaiknya duduk-duduk saja di pinggir Sumber Sirah, sambil menikmati bentang alam nan memesona.

12. Gradasi warna di Pantai Tiga Warna

Pantai Tiga Warna

Pantai Tiga Warna

Pantai adalah destinasi wisata yang sangat indah dan menawan. Di sanalah biasanya kita menemukan ketenangan, dekat dengan alam, cenderung jauh dari hiruk-pikuk kota. Namun bagaimana bila ada tambahan keindahan warna ajaib di sana? Mungkin hal ini hanya akan Anda temukan di Pantai Tiga Warna.

Sesuai dengan warnanya, penampakan air di Pantai Tiga Warna ini memang bak pelangi. Di tepian pantai, air yang menerpa pasir berwarna jingga kemerahan. Menyusul setelah itu, air yang berwarna hijau bak dedaunan yang masih muda. Kemudian, di bagian yang lebih dalam, air berwarna biru jernih bak pualam.

Pantai Tiga Warna ini cukup sunyi dan masih alami. Untuk itu, bagi Anda yang suka dengan nuansa alam yang segar, serta ingin memanjakan diri dengan suara-suara alam nan natural, pantai ini cocok untuk Anda datangi. Dari Malang Kota sendiri, Anda harus menempuh perjalanan sekitar dua jam. Cukup lama, tetapi untuk menyepi, jelas sebuah destinasi pilihan. Anda pun bahkan bisa menyewa peralatan snorkeling dengan merogok kocek sebesar Rp 15.000,00, untuk menikmati keindahan bawah laut yang menakjubkan.

Meski begitu, layaknya di tempat wisata lain, Anda harus sangat berhati-hati. Janganlah membuang sampah sembarangan atau merusak tanaman serta pepohonan yang ada di sana. Lagipula, Pantai Tiga Warna ini masuk dalam wilayah konservasi Pantai Clungup dan Mangrove.

13. Menantang arus di Wringinanom

Wringinanom

Wringinanom

Derasnya aliran sungai memang mengerikan. Tetapi, hal tersebut tak berlaku bagi sebagian, bahkan banyak orang. Pasalnya, dalam hidup ini, manusia sejatinya membutuhkan tantangan. Anda juga, pastinya. Apalagi tantangan dalam sebuah hiburan, yang bisa membantu kita melepaskan rasa lelah dan penat.

Nah, bagi Anda yang doyan tantangan, olahraga arung jeram sangatlah cocok untuk Anda. Salah satu tempat wisata arungjeram yang menarik dan mendebarkan adalah Wisata Tubing Wringinanom. Aliran arus Sungai Amprong yang sangat deras, pastinya akan memuaskan adrenalin Anda. Oh ya, pada hulu Sungai Amprong ini, ada sebuah coban bernama Coban Pelangi. Tak hanya sejuk, aliran air terjun deras yang ditempa cahaya pun memunculkan efek pelangi yang indah dipandang dan direkam kamera.

Jarak Wringinanom dari Kota Malang adalah sekitar 30 km ke arah timur, sekitar satu jam perjalanan dengan menggunakan mobil. Wisata ini sangat cocok dinikmati bersama keluarga dan teman-teman. Hanya saja, wisata arungjeram ini tak cocok untuk anak-anak, atau pun ibu hamil, karena aliran sungai yang cukup deras dan berbahaya.

14. Menyusuri gelap di Goa Lo Bangi

Goa Lo Bangi

Goa Lo Bangi

Ingin menyisir jejak-jejak alam di bawah tanah? Mampirlah ke Goa Lo dan Goa Bangi.

Ya, sebetulnya, Lo Bangi adalah dua buah goa yang berbeda. Namun karena berhubungan, maka masyarakat menjulukinya sebagai Goa Lo Bangi. Dua goa ini memiliki ketinggian 7 meter, dan cukup gelap. Untuk masuk ke dalam, Anda harus ditemani oleh pemandu wisata berpengalaman yang telah tersedia, dan jangan lupa untuk menyiapkan sepatu karet, busana yang fleksibel dan tidak rumit serta membuat gerah, dan tentunya lampu senter.

Ornamen-ornamen berupa stalaktit dan stalakmit yang ada di kedua goa ini sangatlah unik, karena membentuk seperti buah-buahan ranum yang akan jatuh dari pohon. Namun meskipun indah, jangan pernah tertarik untuk mencongkel batuan alam yang ada di sana, karena Anda dapat merusak keindahan alami kedua goa ini. Pasalnya, batuan-batuan terbentuk dari proses yang sangat lama, bahkan mencapai hitungan ratusan ribu hingga jutaan tahun.

Nah, meskipun rata-rata ketinggian kedua goa ini adalah sekitar 7 meter, tetapi ada bagian-bagian dari goa yang rendah dan memiliki ketinggian sekitar 1 meter, sehingga Anda, para orang dewasa, haruslah berhati-hati. Selain itu, jangan mengganggu berbagai spesies yang ada di sana. Ya, seperti goa pada umumnya, akan kita temukan “makhluk-makhluk kegelapan” seperti kelelawar, ketonggeng, ikan lele, dan serangga lainnnya. Meskipun kelelawarnya adalah jenis pemakan serangga, tetapi mereka akan merasa tidak nyaman apabila Anda iseng dan mengganggu.

15. Merekam sejarah di Candi Badut

Candi Badut

Candi Badut

Bagi Anda pecinta sejarah dan arkeologi, maka bila pergi ke Malang, Anda wajib untuk mengunjungi Candi Badut. Melewati perjalanan sejauh 5 km, Anda pun akan sampai pada candi yang ditemukan oleh para pakar arkeologi pada tahun 1923.

Candi ini merupakan candi tertua, dan diperkirakan dibangun sebelum masa pemerintahan Airlangga. Oh ya, candi yang juga disebut sebagai Candi Liswa ini merupakan Candi Syiwa, dan entah mengapa cenderung lebih mirip dengan beberapa candi di Jawa Tengah, seperti Candi Dieng misalnya, ketimbang candi-candi yang ada di Jawa Timur. Diperkirakan, candi ini dibangun di bawah perintah Raja Gajayana, Raja Kerajaan Kanjuruhan.

Di tengah ruangan candi, terdapat simbol lingga dan yoni, alias simbol kesuburan. Lingga sendiri merupakan representasi dari kemaluan pria. Sementara itu, Yoni adalah representasi dari kemaluan wanita. Dan di sisi luar candi, ada pula Arca Durga Mahisasuramardini, dewi yang cantik dan berkulit kuning, serta merupakan ibu dari Dewa Ganesa, Dewa Kumara, dan Dewa Kala.

Bagi Anda yang tidak membawa atau menyewa kendaraan, Anda bisa menaiki  mikrolet Arjosari-Tidar, dan turun di Jalan Himalaya, setelah itu berjalan sekitar 250-300 meter untuk sampai pada candi ini.

16. Melihat jejak topeng di D’Topeng Museum

D’Topeng Museum

D’Topeng Museum

Topeng bukan sekadar penutup wajah. Lebih dalam lagi, topeng memiliki berbagai macam nilai intrinsik dan konotasi. Topeng tidak hanya digunakan sebagai identitas suatu kaum saja, tetapi juga sebagai simbol atas sesuatu hal yang mereka percayai dan mereka hormati. Maka dari itu, kalau kita menengok berbagai sejarah suku bangsa, kita banyak menemukan hal-hal yang terkait dengan topeng.

Dalam D’Topeng Museum, kita akan dibawa pada berbagai benda-benda peninggalan sejarah, tak hanya dari Indonesia tetapi juga dari dunia. Dan memang apa yang ada di dalam museum ini bukan sekadar topeng, meskipun tema topeng dan pahatan wajah mendominasi. Salah satu contoh “topeng” yang ditampilkan tentunya adalah Reog, sebuah kostum khas Jawa Timur yang sarat akan makna dan cerita.

Tak hanya menikmati topeng-topeng dan peninggalan bersejarah kuno, Anda pun juga bisa mendayung sampan sembari melihat topeng-topeng yang ada di dinding. Ya, ada sebuah tempat di Museum D’Topeng yang menyediakan pengalaman ini.

Apabila Anda berniat untuk berkunjung pada hari Senin-Kamis, maka Anda hanya perlu membayar sebesar Rp 25.000,00. Namun apabila Anda berkunjung pada hari Jumat, Sabtu, dan Minggu, maka harga tiket sedikit lebih mahal daripada biasanya, yakni sebesar Rp 30.000,00.

17. Mempelajari angkutan di Museum Angkut

Museum Angkut

Museum Angkut

Angkutan adalah salah satu elemen paling penting dalam kehidupan manusia. Angkutan menghubungkan antara satu tempat dengan tempat lain, dan tentunya mempermudah hubungan dan transaksi antara individu dengan individu, masyarakat dengan masyarakat, dan juga individu dengan masyarakat. Untuk itu, cukuplah penting mempelajari tentang sejarah dan serba-serbi angkutan.

Agar proses belajar lebih menyenangkan, Anda bisa mempelajari angkutan di Museum Angkut Batu, Malang. Tidak hanya angkutan yang berasal dari Indonesia, tetapi juga dari berbagai negara. Oh ya, setiap angkutan dipajang bersama gambar latar belakang yang menggambarkan dari mana angkutan itu berasal, dan juga beserta penjelasan. Bahkan, bukan hanya angkutan masa kini saja, tetapi juga angkutan-angkutan lawas.

Untuk masuk ke dalam Museum Angkut, Anda harus membayar sebesar Rp 60.000,00 (Hari Senin-Kamis), dan sebesar Rp 80.000,00 (Hari Jumat-Minggu). Selain melihat berbagai angkutan, Anda pun juga bisa melihat berbagai pertunjukkan terkait angkutan di sana. Menyenangkan sekali bukan?

18. Ada sejarah Malang di Museum Malang Tempo Doeloe

Museum Malang Tempo Doeloe

Museum Malang Tempo Doeloe

Sejarah, sekilas memiliki nuansa yang muram dan membosankan. Akan tetapi, siapakah kita tanpa sejarah? Bahkan, meskipun telah berlalu, sejarah adalah yang membentuk lingkungan kita, bahkan siapa diri kita saat ini. Sejarah dapat dijadikan tolok ukur dan pembelajaran untuk pembangunan yang lebih baik. Termasuk bagi kota Malang nan indah dan teduh.

Bila Anda ingin mempelajari sejarah kota Malang, maka singgahlah ke Museum Malang Tempo Doeloe. Jangan bayangkan museum ini begitu berdebu, kusam, dan membosankan. Museum ini justru bernuansa unik sekali, dengan 20 bagian yang berbeda, dibagi berdasarkan lini waktu sejarah Kota Malang. Ada zaman purbakala, zaman kerajaan, zaman Hindia Belanda, kemerdekaan, hingga masa kini. Terdapat pula diorama-diorama dan patung-patung yang mempermudah Anda mempelajari masa lalu dan menghayati suasana-suasana berbagai zaman. Ada pula ruang kaleidoskop tempat Anda bisa menyaksikan drama sejarah Malang.

Tiket yang ditawarkan pun murah: bagi masyarakat umum, Anda hanya tinggal membayar sekitar Rp 25.000,00. Bagi pelajar, Rp 10.000,00, dan bagi warga Malang, seharga Rp 15.000,00.

19. Makan di gunung tengah kota

Travelmie

Travelmie

Suka dengan konsep “naik gunung”, tetapi merasa malas naik gunung? Cobalah singgah ke Travelmie.

Seperti namanya, restoran yang satu ini menyajikan konsep wisata, lebih tepatnya, wisata di gunung. Nah, wisata di gunung identik dengan alam terbuka, pendakian, kantong tidur, dan juga tenda-tenda. Maka, semua itu disediakan di restoran yang satu ini. Anda bisa menikmati makanan di depan api unggun, atau di dalam tenda, layaknya pendaki profesional.

Banyaknya pepohonan yang ada di restoran ini membuat suasana sangat rimbun. Waktu paling indah untuk berfoto atau sekadar menikmati hidangan adalah sore hari, saat sinar matahari mulai temaram dan membuat suasana menjadi cantik. Oh ya, jangan khawatir dengan panganan yang ada di sini. Meskipun mie adalah masakan yang ditonjolkan, tetapi Anda juga bisa menikmati panganan lain seperti Nasi Bakar, Ketan Duren, Kue Cubit berbagai rasa, Burung Panahan, dan juga minuman-minuman segar seperti Es Cappucino. Harganya? Hanya berkisar antara Rp 8.000,00 hingga Rp 20.000,00: sangat bersahabat dengan kantong mahasiswa.

Kalau Anda tertarik untuk berkunjung dan makan di restoran ini, maka Anda hanya tinggal pergi ke Jalan Perum Taman Ijen Block B-39 Malang. Restoran ini memang belum lama dibuka, tetapi, karena keunikan dan harganya yang terjangkau, maka banyak orang yang berkunjung ke sini. Restoran pun mulai dibuka dari sore, hingga tengah malam.

20. Membawa kota ke dalam Akalpa Cafe

Akalpa Cafe

Akalpa Cafe

Minum kopi dan makan roti lezat di dalam kafe, sudah biasa. Tetapi bagaimana bila kafe itu menggambarkan suasana di sebuah kota yang modern? Seolah-olah, kita tengah bersantap santai di tengah jalanan kota London yang cantik dan edgy.

Untuk merasakan pengalaman ini, maka jangan lupa untuk bertandang ke Akalpa Café. Dengan berbagai hiasan unik seperti boks telepon, trotoar, halte, dan juga wallpaper yang menggambarkan nuansa kota modern dalam bentuk lukisan, Akalpa tak hanya menjadi kafe yang nyaman untuk tempat nongkrong dan bersantap tanpa kenal waktu, tetapi juga kafe yang sesuai bagi Anda yang gemar mengambil foto, baik foto suasana, maupun foto pribadi.

Hampir semua menu yang disajikan di sini menarik hati dan perut. Mulai dari roti bakar, roti Prancis dengan bayam, hingga es yang disajikan dengan air kelapa di dalam batok kelapa. Untuk sensasi rasa manis yang lebih menggoda, disiapkan pula sebuah tabung berisi cokelat yang bisa Anda tuangkan di atasnya.

Dan jangan khawatir dengan harga, karena, segala kesenangan yang ada di Akalpa Kafe hanya dibanderol sekitar Rp 15.000,00 hingga Rp 60.000,00. Cocok sekali bukan bagi para wisatawan muda?

21. Festival Dermaga Kuliner, Makan di “Pelabuhan”

Festival Dermaga Kuliner

Festival Dermaga Kuliner

Pelabuhan identik dengan tempat yang ramai dan riuh. Rasanya, pelabuhan tidak cocok menjadi tempat untuk makan dan bersenda gurau dengan kawan. Tetapi, nampaknya, hal itu tidak berlaku bagi Festival Dermaga Kuliner.

Restoran ini tak hanya menyajikan berbagai hidangan laut nan segar dan gurih, tetapi juga menjadikan dermaga sebagai tema, sehingga saat berada di dalamnya, Anda betul-betul merasakan sensasi kelautan yang kental. Tidak hanya itu saja, para pelayan pun menggunakan baju pelaut, bak Popeye The Sailorman. Sesuai dengan slogan yang terpampang di restoran ini: Life is good at the beach.

Anda pun juga bisa bersantai dan berfoto-foto ria pada tiruan anjungan kapal (mungkin berpose seperti Jack dan Rose?), kemudian gubuk nelayan, dan juga tempat bermain anak yang seolah berada di tepian pantai. Ada pula sleeping-bag yang ceria, layaknya sleeping-bags yang terpasang di antara dua pohon kelapa, yang biasa hadir dalam foto-foto bertema liburan.

Kalau Anda ingin bersantap bersama keluarga atau teman-teman, tempat ini sangat cocok sekali. Apalagi jika Anda membawa anak-anak kecil.

22. Makan kopi di Grand Canyon Café and Resto

Grand Canyon Café and Resto

Grand Canyon Café and Resto

Meneguk pahit-manis secangkir kopi, itu hal yang biasa. Tetapi menyantap kopi, itu baru sebuah hal yang unik. Terdengar asing, bahkan. Tetapi, keasingan itu akanlah sangat bersahabat dengan lidah kita. Tak percaya? Datanglah ke Grand Canyon Café and Resto.

Begitu masuk ke restoran yang terletak di daerah Bendungan Sigura-Gura ini, kita akan merasakan suasana yang lapang dan menyatu dengan alam. Maklum, restoran ini mengusung konsep vintage, dengan ruang-ruang terbuka yang “bersentuhan” dengan pucuk-pucuk pepohonan. Belum puas dengan suasana alami ini? Kini kita masuk ke dalam pengalaman unik “makan kopi”.

Makan steak, sudah biasa. Tetapi steak dengan saus kopi, dan juga diekstrak dengan kopi, pastinya hanya ada di sini. Rasa gurih, pahit, dan manis bercampur jadi satu menciptakan sebuah cita rasa yang sangat mengenyangkan dan tidak membuat sebah. Dan bila Anda masih belum puas dengan sajian kopi, restoran yang didominasi warna putih ini juga menyajikan kopi-kopi nan gurih.

Anda pun juga dapat menikmati cemilan lain seperti roti bakar, chicken bruchetta, dan juga tahu gejrot serta pancake Korea. Harganya pun juga sangat bersahabat dengan kantong anak muda.

23. Draimolen Bersinar di Pusat Kota Batu

Alun-Alun Batu

Alun-Alun Batu

Bila Anda masih ingin duduk sembari melihat aktivitas masyarakat sekitar, maka, ada Alun-Alun lain di kota apel ini yang masih bisa Anda kunjungi. Apa lagi kalau bukan Alun-Alun Batu. Terletak tak jauh dari wisata Batu nan kaya, Alun-Alun ini bukan sekadar alun-alun biasa, tetapi alun-alun nan cantik dan meriah, berhias lelampuan dan juga draimolen yang bersinar.

Suasana nan gemerlap, dengan draimolen sebagai penyita perhatian ini akan mengingatkan Anda pada suasana pasar malam saat kanak dulu. Dan dari draimolen yang menjadi ikon dari tempat tersebut, Anda pun bisa menikmati suasana malam nan semilir, sembari melihat keindahan kota dari atas. Sangat cocok untuk pengalaman liburan yang romantis.

Tak hanya draimolen bersinar, ada pula air yang memancar dari tanah, seolah menari-nari, dan menjadi favorit bagi anak-anak. Bila malam tiba, lelampuan di sekitar air ini pun menyala, semacam menjadi pengiring bagi festival air nan segar.

Namun, bila Anda berkunjung ke Alun-Alun Batu di siang hari, keindahan pun juga masih tetap ada. Selain penataan yang rapi, cat yang digunakan pun berwarna-warni dan membuat suasana Alun-Alun menjadi sangat ceria. Hanya saja, hawa udaranya memang tak sesejuk malam hari.

24. Kreativitas kampung pelangi di Wisata Kampung Jodipan

Wisata Kampung Jodipan

Wisata Kampung Jodipan

Dulunya, Kampung Jodipan adalah deretan perkampungan yang bernuansa kumuh dan membosankan. Pasalnya, kampung ini terletak tak jauh dari sungai, dengan rumah-rumah yang cat dan atapnya telah kusam. Bahkan ada kabar bahwa kampung ini sempat akan direlokasi karena tergolong kumuh.

Beruntung ada sekelompok mahasiswa Universitas Muhammadiyah malang yang menjadikan kampung ini sebagai objek bagi tugas mereka. Idenya sebetulnya sederhana: mempercantik Kampung Jodipan. Tetapi apa yang mereka lakukan sungguhlah berdampak luas. Berbekal cat warna-warni, mereka mewarnai kampung Jodipan hingga mirip dengan kampung pelangi yang ada di Rio de Janeiro, kemudian membersihkan kampung dan menambah banyak tong sampah supaya kampung lebih bersih. Jadilah kampung ini menjadi sangat menarik, dan juga membuat turis berdatangan ke sana.

Bila Anda ingin mengambil foto dengan latar rumah-rumah pelangi, maka Kampung Jodipan adalah tempat yang tepat. Oh ya, banyak pula warga yang berjualan sehingga Anda tidak perlu takut merasa lapar di sini. Dan bicara soal berjualan, proyek kampung pelangi ini pun secara langsung berdampak pada meningkatnya perekonomian warga. Anda juga harus menjadi saksi sebuah gerakan yang manis dan bermanfaat bagi orang banyak ini.

25. Memetik apel segar di Kusuma Agrowisata

Kusuma Agrowisata

Kusuma Agrowisata

Tak lengkap rasanya bila ke Malang tanpa “bersentuhan dengan apel. Apalagi, apel-apel segar yang masih menggantung di pepohonan.

Apel memang buah yang sangat disukai oleh banyak orang. Tidak hanya karena segar dan manis, apel mengandung banyak manfaat untuk tubuh kita. Salah satunya, sebagai antioksiden dan berfungsi untuk menyehatkan penglihatan. Lagipula, apel adalah buah yang mudah untuk diolah. Dimakan langsung segar, dibuat salad ataupun kue, juga tetap enak.

Untuk Anda yang ingin merasakan kesegaran apel langsung dari pohonnya, maka Kusuma Agrowisata haruslah Anda kunjungi saat berwisata di Malang. Pada perkebunan yang terletak di Jalan Abdul Gani Atas. Tak hanya apel, udara di sana pun sangatlah segar, mengingat ketinggian tempat yang berkisar antara 1000 meter di atas permukaan laut. Untuk itu, gunakan baju yang hangat saat berwisata petik apel di sini.

Bila Anda menginginkan preferensi buah lain, Anda juga bisa memetik strawberry! Ya, Kusuma Agrowisata juga menyediakan perkebunan strawberry yang ranum dan segar, warna merah strawberry-nya sangat indah dipandang mata. Dan bila Anda merasa lelah memetik apel serta strawberry, maka Anda bisa mampir ke kedai Apple House dan Strawberry House, untuk menikmati berbagai sajian, termasuk yang bernuansa strawberry dan apel. Contohnya, Nasi Goreng Apel dan Udang Goreng Strawberry. Penasaran dengan campuran rasa antara “makanan berat” dan buah? Datang saja ke Kusuma Agrowisata.

26. Membeli buah tangan di Jalan Tumenggung

Oleh-oleh di Jalan Tumenggung

Oleh-oleh di Jalan Tumenggung

Rasanya tak lengkap berwisata tanpa membawa buah tangan, entah untuk kenang-kenangan bagi Anda sendiri, bagi keluarga, atau bagi kolega. Nah, jangan bingung mencari tempat untuk membeli oleh-oleh panganan khas Malang, karena semuanya tersedia di Jalan Tumenggung.

Toko-toko terlihat berjejer dan senantiasa ramai pengunjung di jalan tersebut. Nah, Anda bisa memilih berbagai cemilan nan lezat dan murah. Misalnya pia, harum manis, sari apel, keripik tempe, dan juga keripik buah-buahan. Tetapi, yang menjadi primadona buah tangan adalah keripik buah-buahan. Ya, Malang memang terkenal dengan apelnya. Namun, banyak orang yang ingin menikmati apel dengan cara yang murah dan menginginkan versi apel yang lebih tahan lama. Untuk itu, dibuatlah keripik apel, keripik nangka, keripik semangka, keripik melon, dan juga keripik kelengkeng. Rasa renyah bercampur asam manis buah, lezatnya tiada tara.

Untuk keripik tempenya sendiri, sebetulnya konsepnya cukup menarik. Pasalnya, bukan hanya keripik tempe original saja yang dijual di sini, tetapi juga keripik tempe rasa pizza, rasa rumput laut, dan juga rasa jagung bakar. Anak-anak pun pasti akan suka dengan camilan ini. Tak hanya lezat, tetapi juga lebih sehat ketimbang keripik kemasan yang banyak dijual di minimarket.

Nah, jangan salahkan kalau barang bawaan Anda saat pulang akan semakin berat saja. Pasalnya, oleh-oleh di Jalan Tumenggung ini dijual dengan harga yang cukup terjangkau, sehingga menggoda Anda untuk membeli dalam jumlah banyak.

26 Tempat Wisata Mengesankan di Malang untuk Liburan Terbaikmu29 min read
5 (100%) 1 vote