Bali

Tanah Lot Bali: Destinasi Wajib Kunjung di Bali – Info & Review di TTC3 min read

Written by Ahmad D

Kalau ke Bali, biasanya pasti pernah kesini

   Ahmad D, Travel Blogger

Saat teman-temanku, sahabat, orang terdekat pergi ke Bali, yang kulihat mereka pasti mengunjungi Tanah Lot Bali. Sepertinya Tanah Lot ini merupakan destinasi wisata wajib kunjung untuk turis yang baru pertama kali ke Bali. Lalu kamu pun pasti penasaran, apa saja sih daya tarik di Tanah Lot ini?

Sejarah singkat Lot Bali

Tanah Lot memiliki mana batukarang yang berada di tengah lautan. Letak sebenarnya berada di tengah pantai disisi arah laut. Legenda masyarakat menceritakan bahwasanya Tanah Lot ini merupakan tempat seorang Dang Hyang Nirartha sang penyebar agama Hindu bertapa. Namun kedatangannya tidak disambut baik oleh warga lokal, hingga akhirnya Dang Hyang pun bertapa menghadap ke pantai dan menjauhi masyarakat dengan menerbangkan pura tempat dia bertapa. Pura tersebut kini disebut Pura Tanah Lot.

Informasi terkait Tanah Lot Bali:

Alamat: Desa Berabam, kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan (Maps klik disini)
Jam buka: Biasanya pengunjung mulai ramai dari jam 8 pagi hingga terbenam matahari.

Daya Tarik Wisata di Tanah Lot Bali

1. Menyaksikan perayaan Odalan

Suasana upacara di Tanah Lot Bali

Suasana upacara di Tanah Lot Bali

Pada hari Suci Buda Cemeng Langkir, Pura Tanah Lot mengadakan perayaan Odalan merupakan perayaan hari jadi sebuah pura. Peringatan Odelan ini dirayakan setiap tahun dalam rentang waktu 210 hari sekali. Biasanya jatuhnya dekat dengan perayaan Kuningan dan Galungan.

Persiapan upacara di Tanah Lot

Persiapan upacara di Tanah Lot

Odalan dilaksanakan di Pura Tanah Lot. Pada saat berlangsung, ada banyak rombongan desa dari seluruh penjuru Bali hadir di Pura Tanah Lot. Satu rombongan lengkap terdiri atas sekitar 20-30 kaum ibu yang membawa sesajen, dan ada sekelompok pria yang memainkan gamelan Bali. Sesajen yang dibawa berupa buah-buahan disusun dengan bentuk kerucut setinggi sekitar 1 meter. Kaum ibu pembawa persembahan untuk Odalan ini, berkebaya Bali warna-warni yang menarik perhatian.

2. Nikmati pemandangan matahari terbenam

Matahari terbenam di Tanah Lot

Matahari terbenam di Tanah Lot

Sama seperti pantai pada umumnya. Aku bisa dengan sangat jelas melihat pemandangan matahari terpendam yang sangat rugi untuk dilewatkan. Hal yang paling menarik yakni pantulan sinarnya di antara tebingan dan pura Tanah Lot, yang membuat suasana semakin eksotis.

Maka dari itu, jangan pernah lupa membawa gadget kesayangan untuk merekam momen berharga saat berada di Tanah Lot Bali.

3. Melihat kembali legenda ular penjaga Tanah Lot

Tanah Lot dari Kejauhan

Tanah Lot dari Kejauhan

Pura Tanah Lot tidak selalu terendam air laut. Terkadang air laut juga surut, dan ketika sudah surut maka kita bisa melihat ada goa yang muncul dibawah Pura. Goa ini dikenal sebagai tempat bersemayam ular penjaga Pura Tanah Lot Bali. Ular ini dipercayai sebagai selendang Dang Hyang sebelum Dang Hyang pergi meninggalkan Bali pulang ke Jawa.

Dang Hyang sendiri diinginkan pergi oleh Bendesa Beraben karena iri. Hal ini disebabkan banyak pengikutnya yang akhirnya mengikuti ajaran Dang Hyang. Atas dasar itu Dang Hyang pergi menyanggupi permintaan Bendesa dan meninggalkan Bali. Namun sebelumnya dia telah menugaskan selendangnya yang menjelma menjadi ular untuk menjaga Pura Tanah Lot Bali.

Cara menuju Tanah Lot

Tanah Lot Bali berada sekitar 19 km dari pusat kota Denpasar Bali. Bisa dengan mudah dikunjungi menggunakan mobil atau kendaraan lainnya.

Bila berangkat dari sekitaran Bandara Ngurah Rai Bali, maka jaraknya sekitar 27 km, memakan waktu sekitar 1 jam 30 menit dengan keadaan jalanan lancar. Silahkan ikuti rute maps berikut bila berangkat mengambil patokan Bandara (Klik disini).

Nah, sekarang sudah tahu banyak tentang Tanah Lot. Tidak heran mengapa Tanah Lot sangat disukai untuk dikunjungi oleh wisatawan. Karena didalamnya banyak sekali sejarah yang bisa diketahui, selain itu juga kita bisa menikmati alamnya yang indah.

Yuk ke Bali!

Rate this post

About the author

Ahmad D

Dulunya blogger, sekarang jadi blogger lagi, semangatnya blogging-nya telah kembali karena melihat di Indonesia sudah banyak blogger [lagi].