Museum Fatahillah Jakarta

Kota Tua Jakarta: Wisata Sejarah Populer Ibukota

“Batavia ratusan tahun lalu masih berdiri sangat kokoh di lokasi ini, semua hal yang berbau tua itu kini tertata rapi disini.

  Ahmad D, Travel Blogger

Kota tua adalah sebuah kawasan kota rintisan yang dulunya dibangun oleh Belanda sebagai pusat perdagangan di Asia. Berada di tengah kepulauan Indonesia menjadikan Batavia (Sebutan Jakarta dimasa itu) sebagai pusat perdagangan dari dan keluar negeri menggunakan pelayaran.

Sejarah Kota Tua

Dulu seorang penjelajah dari Eropa bernama Marco Polo berlayar mengitari Afrika dan akhirnya sampailah ke Indonesia, saat itu Marco Polo melihat Indonesia adalah sebuah daerah yang memiliki sumber daya alama yang sangat melimpah. Hingga pada akhirnya ketika ia pulang ke Eropa, maka berita ini tersebar luas dan membuat banyak pelayar ingin berlayar ke Indonesia.

Para pelayar yang berlayar ke Eropa bukanlah sendirian ketika menemuka Indonesia, mereka sebenarnya dibantu para pedagang Arab yang kala itu telah berlayar dan berdagang di Indonesia. Banyak sekali hasil alam seperti cengkeh, lada, kayu manis dan pala dikirim ke Eropa untuk memenuhi kebutuhan rakyat Eropa. Hingga pada akhirnya karena ketamakan dan rakus, Indonesia pun dijajah oleh Belanda dan sekutu-sekutu Eropa nya.

Sebelum menjadi Batavia, dahulu kota tua bernama Jayakarta, yang masih merupakan daerah kekuasaan Kerajaan Pajajaran. Sekitar tahun 1619 kota ini dihancurkan oleh VOC dan dibangunlah kota baru yang dinamakan Batavia. Kota Batavia dibangun lengkap dengan segala prasarana, mulai dari Bank Java (Saat ini Bank Indonesia), kantor gubernur VOC sampai pelabuhan VOC lengkap dengan kanal-kanal dan gaya arsitektur Belanda di zaman itu.

Di Jakarta, kawasan kota tua ini merupakan salah satu area yang masih cukup dijaga kekhasan tempatnya hingga saat ini. Walaupun beberapa bangunan tua terlihat tidak diurus, namun beberapa diantaranya masih berfungsi dengan baik, seperti Stasiun Jakarta Kota & Kantor Pos Indonesia, beberapa diantaranya sudah dijadikan museum untuk mengenang sejarah di kala itu. Beberapa museum terkenal yang bisa dikunjungi yaitu Museum Bank Indonesia, Museum Wayang, Bekas Kantor Gubernur, Museum Keramik dan beberapa bangunan tua disana.

Kegiatan Ketika Berada di Kota Tua Jakarta

Berkunjung ke Museum Bank Indonesia

Museum Bank Indonesia merupakan museum dimana dulunya tempat ini merupakan bangunan Bank Indonesia berdiri. Dulunya bank ini didirikan untuk mendukung jalannya bisnis perdagangan yang difokuskan di kawasan Batavia (kini Kota Tua).

Museum Bank Indonesia
Museum Bank Indonesia

Museum Bank Indonesia diresmikan oleh presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada tahun 2009.

Diresmikan Tahun 2009
Diresmikan Tahun 2009

Di dalam gedung Museum Bank Indonesia sendiri kita bisa melihat bagaimana sejarah bangsa Indonesia dimulai ketika penjajahan, saat orang Eropa datang untuk mendapatkan rempah-rempah. Di dalam museum juga terdapat koleksi baju-baju tentara Jepang dengan samurai khasnya, tentara Indonesia lengkap dengan bambu runcing serta tentara belanda.

Selain koleksi baju tentara, terdapat juga koleksi-koleksi uang zaman dahulu yang disimpan kedalam ruangan khusus koleksi uang.

Baju-Tentara-Belanda
Baju Tentara Belanda
Baju-Tentara-Indonesia
Baju Tentara Indonesia
Baju-Tentara-Indonesia
Baju Tentara Indonesia
Baju-Tentara-Indonesia
Baju Tentara Indonesia
Ruang Koleksi Museum Bank Indonesia
Ruang Koleksi Museum Bank Indonesia
Uang Koleksi
Uang Koleksi

Terdapat pula miniatur kapal yang pernah digunakan para pelaut kita di zaman dahulu, lengkap juga dengan teropong serta kompas yang sudah sangat tua.

Suasana di dalam Museum Bank Indonesia
Suasana di dalam Museum Bank Indonesia
Suasana di dalam Museum Bank Indonesia
Suasana di dalam Museum Bank Indonesia

Bagian dalam museum sudah dibuat sedemikian rupa dan moderen, didalam juga sejuk karena sudah dilengkapi dengan pendingin ruangan.

Untuk tiket masuk hanya dikenakan biasa sebesar Rp5000, Anda diperkenankan membawa kamera jenis apapun kedalam museum dan diperkanankan memotret objek apapun selama tidak merusaknya.

Jadwal berkunjung ke Museum Bank Indonesia:

  • Selasa – Jumat : 08.00 – 15.30 WIB
  • Sabtu – Minggu : 08.00 – 16.00 WIB
  •  Senin & Hari Libur Nasional Tutup

Berkunjung ke Museum Fatahilah

Tidak jauh dari Museum Bank Indonesia terdapat museum Fatahilah. Jaraknya hanya beberapa ratus meter saja, Anda tinggal menyebrangi jalan dan ambil arah kiri, lurus saja dan ketika menemukan lapangan besar (lapangan fatahilah) maka tepat didepan lapangan tersebut terdapat Museum Fatahilah.

Museum ini juga biasa dikenal sebagai museum Jakarta. Karena didalam museum ini terdapat banyak sekali peninggalan zaman dahulu yang berkaitan dengan sejarah jakarta, termasuk didalamnya ada beberapa prasasti dan penjara bawah tanah.

Sebelum menjadi museum, gedung ini dulunya adalah kantor gubernur Ali Sadikin. Namun pada tanggal 30 Maret 1974 dijadikan museum dan langsung diresmikan oleh Ali Sadikin.

Museum Fatahillah Jakarta
Museum Fatahilah Jakarta

Main Sepeda Ontel dan Berphoto di Lapangan Fatahilah

Di depan museum Fatahilah juga terdapat lapangan fatahilah. Disini adalah lokasi yang sangat pas untuk berphoto di tengah lapangan yang langsung menghadap beberapa gedung tua seperti gedung jasindo, museum wayang, museum keramik sampai Cafe Batavia.

Dipinggir lapangan fatahilah juga terdapat sepeda ontel unik yang disewakan untuk berkeliling lapangan.

Sepeda Ontel Kota Tua
Sepeda Ontel Kota Tua

Melihat Meriam si Jagur

Sebenarnya ada banyak meriam yang ada di lapangan fatahilah, beberapa diantaranya terdapat didepan kiri dan kanan museum fatahilah. Namun terdapat satu meriam unik yang menyendir.

Berada diujung depan Museum Fatahilah, letaknya lebih dekat dengan Cafe Batavia (disisi kiri). Meriam ini dinamakan si Jagur, merupakan meriam yang dibuat di Macao untuk memperkuat benteng Portugis di Malaka. Tapi pada tahun 1641, merian ini jatuh ketangan Belanda (VOC), lalu dibawa ke Batavia sebagai alat pertahanan kota.

Bagian Belakang Meriam si Jagur
Bagian Belakang Meriam si Jagur
Meriam si Jagur
Meriam si Jagur

Di atas tulisan terdapat tulisan “Ex Me Ipsa Renata Sum”, memiliki arti “aku diciptakan dari diriku sendiri”. Meriam ini memiliki keunikan karena pada ujung belakangnya memiliki simbol tangan yang belum diketahui sampai sekarang apa maksud dari simbol tersebut.

Berkunjung ke Cafe di Sekitar Lapangan Fatahilah

Disekitar kawasan lapangan fatahilah terdapat beberapa cafe yang mungkin ingin Anda kunjungi. Keunikan cafe disini menawarkan suasana sejarah di dekorasi cafe. Cafe seperti Cafe Historia, Cafe Djakarte, Cafe Bang Kopi dan Cafe Batavia.

Cafe Bang Kopi
Cafe Bang Kopi
Cafe Batavia
Cafe Batavia
Cafe Djakarte
Cafe Djakarte
Cafe Historia
Cafe Historia

Berkunjung ke Kota Tua tidaklah cukup bila setengah hari. Bila ingin berkeliling puas, maka disarankan datang pagi hari sekali. Karena akan ada banyak museum lain yang bisa dikunjungi selain tampat-tempat diatas. Beberapa diantaranya:

  • Museum Wayang
  • Museum Seni Rupa dan Keramik
  • Museum Nasional
  • Berkunjung ke Stasiun Jakartakota (masih aktif)
  • Keliling Kota Tua
  • Museum Bank Mandiri

Cara Menuju Kota Tua

Menggunakan Busway

Akses paling mudah yaitu menggunakan transportasi umum seperti busway arah ke Museum Fatahilah atau juga bisa stop di halte Kota. Dari Pantai Indah Kapuk juga tersedia (BKTB) Bus Kota Terintegrasi Busway  (gambar BKTB).

Menggunakan Kereta

Bila menggunakan akses commuterline, maka berhentilah di stasiun akhir Jakarta Kota, bila Anda dari Bekasi, Bogor, Depok maka bisa naik yang tujuan Stasiun Jakartakota. Kalau terpaksa naik yang arah Tanah Abang, maka bergantilah kereta di stasiun Manggarai arah ke Stasiun Jakarta Kota.

Menggunakan Angkutan Online

Naik Go Ride ke Kota Tua
Naik Go Ride ke Kota Tua
Naik Grab ke Kota Tua
Naik Grab ke Kota Tua
Naik Uber ke Kota Tua
Naik Uber ke Kota Tua

Tips Berkunjung ke Kota Tua

  • Bila memang akan berkunjung di weekend, maka persiapkan barang-barang yang benar-benar diperlukan saja. Tidak perlu membawa barang berharga. Di weekend serta hari libur panjang, kawasan Kota Tua akan sangat ramai pengunjung, tetap perhatikan barang bawaan Anda.
  • Berkunjunglah mulai pagi hari bila ingin hanya sekali semuanya dapat dikunjungi.
  • Bila ingin mengunjungi lokasi wisata lain yang terdekat dari Kota Tua, misalnya Monas. Maka kita bisa memanfaatkan layanan bus wisata Jakarta yang haltenya tersedia tepat di depan gedung Museum Bank Indonesia.
  • Karena letaknya sudah berada di Utara Jakarta, sudah dekat dengan laut. Maka siap sediakanlah air minum agar tidak mudah kehausan.
  • Di lapangan fatahilah terdapat satpam penjaga area, bila ingin bertanya maka direkomendasikan untuk bertanya langsung kepada mereka.
  • Busway akan sangat penuh bila berencana pulang sekitar jam 17:00 WIB, berhati-hatilah dengan barang bawaan Anda. Bila kondisi busway ramai dan Anda kebetulan mendapat bus gandeng tiga, maka usahakan jangan naik di pintu tengah, naiklah dari pintu belakang, dan pintu paling depan (khusus pria). Pintu tengah busway gandeng sangat rawan pencopetan, terkadang pencopet bukan cuma 1 orang, namun bisa saja mereka bekerja sama.

 

Kota Tua Jakarta: Wisata Sejarah Populer Ibukota
4.1 (82.5%) 8 vote[s]

Ahmad D

Dulunya blogger, sekarang jadi blogger lagi, semangatnya blogging-nya telah kembali karena melihat di Indonesia sudah banyak blogger [lagi].

LikeBox

Facebook By Weblizar Powered By Weblizar
Skip to toolbar